Bayangkan Anda sedang membicarakan sesuatu yang baru saja Anda sebut dan tidak ingin mengulang nama lengkapnya. Banyak bahasa cukup menempelkan sebuah pronomina pada preposisi, seperti saya memikirkannya atau saya menunggunya. Bahasa Jerman mengikuti gagasan dasar yang sama tetapi menanganinya dengan sangat berbeda, dengan satu aturan ketat yang harus dihayati sejak awal: perbedaan tajam antara merujuk pada orang dan merujuk pada benda.
Ketika yang Anda rujuk adalah orang, Anda memakai preposisi biasa ditambah pronomina persona, persis seperti yang sudah Anda pelajari: für ihn (untuk dia), mit ihr (dengan dia), von ihm (dari dia). Tidak ada yang baru di sana.
Tetapi ketika yang Anda rujuk adalah sebuah benda, gagasan, atau topik dan bukan orang, bahasa Jerman melarang Anda menggabungkan preposisi dengan es atau das. Sebagai gantinya, ia meleburkan preposisi dengan awalan da- menjadi satu kata: dafür, davon, damit, darüber, daran. Bentuk lebur ini disebut adverbia pronominal (Pronominaladverbien).
Satu aturan pengucapan kecil: jika preposisi diawali huruf vokal, seperti auf, an, in, über, atau unter, sebuah -r- tambahan disisipkan agar lebih mudah diucapkan: da ditambah auf menjadi darauf, bukan daauf.
Pola yang sama muncul dalam pertanyaan. Menanyakan tentang orang memakai wen atau wem dengan preposisi, seperti Für wen? atau Mit wem?. Menanyakan tentang benda memakai bentuk lebur yang diawali wo- atau wor-: Wofür? Womit? Worüber? Woran?
Satu poin kunci untuk menguasai ini: banyak kata kerja Jerman berpasangan secara permanen dengan preposisi tertentu yang tidak banyak berhubungan dengan makna harfiahnya, dan pasangan itu harus dihafalkan sebagai satu kesatuan, mirip ungkapan tetap: warten auf (menunggu), denken an (memikirkan), sich freuen auf (menantikan), sich interessieren für (tertarik pada), sprechen über (berbicara tentang). Jika Anda ingin menanyakan seseorang sedang menunggu apa, menerjemahkan apa secara harfiah tidak akan berhasil — Anda perlu tahu bahwa warten berpasangan dengan auf: Worauf wartest du?
Kesalahan yang paling sering adalah memakai es atau das menggantikan adverbia pronominal saat berbicara tentang benda — kalimat seperti Ich denke an es terdengar jelas janggal. Bentuk yang benar cukup daran: Ich denke daran.