Ketika Anda menghubungkan dua kalimat dengan kata seperti "karena itu" atau "meskipun", urutan subjek dan kata kerja sering kali sama sekali tidak berubah — konektornya hanya ditambahkan tanpa mengganggu struktur kalimat. Justru inilah yang membuat konektor Jerman (Konnektoren) layak mendapat perhatian khusus, karena setiap konektor Jerman termasuk dalam salah satu dari tiga kategori tata bahasa yang berbeda, dan setiap kategori memaksa posisi kata kerja yang berbeda.
Kategori pertama adalah konektor koordinatif seperti und, aber, oder, denn, dan sondern: kata-kata ini tidak dihitung sebagai bagian formal dari struktur klausa, sehingga urutan subjek-kata kerja setelahnya tetap sepenuhnya normal, seolah-olah kata-kata itu tidak ada.
Kategori kedua adalah konektor adverbial seperti deshalb, trotzdem, außerdem, dan dann: kata-kata ini menempati posisi pertama dalam kalimat itu sendiri, dan karena kata kerja dalam bahasa Jerman harus selalu tetap di posisi kedua, subjek terdorong ke tepat setelah kata kerja. Ini disebut Inversion, dan itulah sebabnya kalimatnya menjadi Es regnet, deshalb bleibe ich zu Hause — kata kerja bleibe muncul tepat setelah deshalb, sedangkan subjek ich mengikuti setelahnya.
Kategori ketiga adalah konektor subordinatif (Subjunktionen) seperti weil, obwohl, damit, bevor, dan nachdem: kata-kata ini membuka klausa bawahan penuh, dan aturannya adalah bahwa kata kerja terkonjugasi lari sampai ke akhir, sama seperti pada klausa relatif.
Sementara itu zwar ... aber mengungkapkan konsesi — "memang benar X, tetapi Y" — dan nämlich memperkenalkan penjelasan atas sesuatu yang baru saja dikatakan; kata ini muncul tepat setelah kata kerja, bukan di awal kalimat.
Pembagian tiga arah ini tidak ada ketika sebuah konektor secara tata bahasa netral dan tidak pernah memindahkan kata kerja. Itulah sebabnya kesalahan terbesar adalah memperlakukan setiap konektor dengan cara yang sama: menulis klausa yang kata kerjanya di akhir setelah deshalb seolah-olah itu weil, atau, sebaliknya, melupakan Inversion setelah trotzdem atau deshalb dan menempatkan subjek tepat sebelum kata kerja (deshalb ich bleibe salah; bentuk yang benar adalah deshalb bleibe ich). Aturan praktisnya: sebelum menggunakan konektor baru mana pun, tanyakan kategori tata bahasa mana yang menjadi tempatnya, karena maknanya saja tidak memberi tahu Anda cara menyusun kalimat di sekitarnya.