Pelajaran ini mengajarkan Anda cara menggabungkan dua gagasan menjadi satu kalimat kompleks alih-alih dua kalimat pendek yang terpisah — keterampilan penting untuk beralih dari kalimat sederhana pada tingkat A2 ke tuturan yang lebih lancar dan terhubung pada tingkat B1. Alatnya adalah Nebensatz (anak kalimat): sebuah klausa yang tidak berdiri sendiri melainkan bergantung pada induk kalimat (Hauptsatz), yang dihubungkan oleh konjungsi subordinatif seperti nachdem, bevor, während, seitdem, atau obwohl.
Konjungsi-konjungsi ini terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok yang berkaitan dengan waktu: nachdem berarti "setelah," digunakan ketika peristiwa anak kalimat terjadi sebelum peristiwa induk kalimat; bevor berarti "sebelum," persis kebalikannya; während berarti "ketika/selama," untuk dua peristiwa yang terjadi bersamaan; dan seit/seitdem berarti "sejak," untuk sesuatu yang dimulai di masa lampau dan masih berlangsung. Kelompok kedua adalah konsesif, yang terutama dipimpin oleh obwohl ("walaupun"), digunakan ketika suatu hasil bertentangan dengan apa yang secara logis diharapkan — alasan dalam anak kalimat seharusnya mencegah peristiwa itu, tetapi tidak.
Aturan terpenting dalam pelajaran ini: kata kerja dalam anak kalimat selalu berpindah ke ujung paling akhir klausa itu, konjungsi mana pun yang digunakan. Hal ini sangat berbeda dari bahasa-bahasa yang menempatkan kata kerja di dekat awal klausa atau tepat setelah konektor — bahasa Jerman "mendorong" kata kerja ke akhir dan menempatkan semua yang lain di depannya. Jika Anda memulai kalimat dengan anak kalimat alih-alih induk kalimat, kata kerja induk kalimat harus muncul tepat setelah koma, di posisi kedua (Verb-Zweitstellung), seolah-olah seluruh anak kalimat menempati posisi yang biasanya ditempati subjek.
Poin halus yang sering salah dipahami banyak pelajar adalah mencampuradukkan nachdem (konjungsi yang memerlukan klausa penuh dengan kata kerja di akhir) dengan nach, sebuah preposisi yang hanya digunakan dengan kata benda. Kesalahan umum lainnya adalah lupa mendorong kata kerja ke akhir dan membiarkannya di posisi keduanya yang biasa, seolah-olah klausa itu berdiri sendiri — menulis "Obwohl er ist müde" alih-alih yang benar "Obwohl er müde ist." Berlatihlah dengan suara keras menggunakan pola: konjungsi + subjek + semua unsur lain + kata kerja di akhir, hingga menjadi otomatis.