Penulisan argumentatif di tingkat B2 bukan sekadar menyampaikan pendapat; ini adalah membangun sebuah posisi yang didukung oleh logika jelas yang dapat diikuti pembaca Jerman langkah demi langkah tanpa ambiguitas. Inilah yang persis diukur oleh Goethe-Zertifikat B2 pada bagian Schreiben ketika meminta sebuah Kommentar sekitar 150 kata: memiliki pendapat saja tidak cukup — Anda harus menatanya ke dalam struktur ketat yang diharapkan pembaca Jerman.
Struktur baku terdiri dari lima langkah: sebuah pendahuluan (Einleitung) yang menyajikan topik secara netral, sebuah tesis (These) yang menyatakan posisi utama Anda dengan jelas, argumen-argumen (Argumente) yang mendukung posisi itu dengan contoh konkret alih-alih pernyataan kosong, sebuah kontra-argumen (Gegenargument) yang mengakui pandangan lawan sebelum membantahnya, dan akhirnya sebuah kesimpulan (Schluss) yang merangkum serta membuka ke pemikiran yang lebih luas. Urutan linear ini mencerminkan preferensi, yang kuat dalam penulisan akademik dan profesional Jerman, terhadap kejelasan dan garis lurus dari gagasan ke kesimpulan; kebiasaan retoris yang gemar mengulang sebuah gagasan dengan variasi kata atau membangun persuasi melalui digresi, dalam bahasa Jerman bisa terbaca sebagai tidak teratur meskipun isi yang mendasarinya baik.
Alat kebahasaan terpenting di sini adalah Konnektoren, kata penghubung yang memberi sinyal di awal tentang peran setiap kalimat: Erstens/zweitens untuk mengurutkan, Außerdem/Darüber hinaus untuk menambah argumen, Allerdings/Dennoch untuk memperkenalkan keberatan atau kontra-argumen, Daher/Folglich untuk konsekuensi logis, Zusammenfassend untuk kesimpulan. Setiap kata penghubung memberi tahu pembaca terlebih dahulu jenis hubungan logis apa yang akan datang, sehingga kalimatnya dapat diprediksi dan mudah diikuti.
Kesalahan yang paling sering terjadi di tingkat B2 adalah mengacaukan "Meiner Meinung nach," yang memperkenalkan pendapat pribadi secara umum, dengan "Ich bin der Meinung, dass," yang membutuhkan anak kalimat lengkap dengan kata kerja didorong ke akhir (Verbendstellung). Banyak pembelajar menulis "Ich bin der Meinung, dass ist es wichtig," membawa urutan kata kalimat utama, padahal bentuk yang benar mendorong ist ke akhir anak kalimat: dass es wichtig ist.