Dalam bahasa Jerman formal, akademik, hukum, dan jurnalistik, penulis mengganti preposisi sederhana yang sudah dikenal dari tingkat menengah, seperti wegen atau über, dengan sekumpulan preposisi yang lebih presisi dan bertaraf tinggi, yang hampir semuanya menuntut kasus genitif: angesichts, mangels, hinsichtlich, bezüglich, gemäß, laut, zufolge, dan seitens. Ini bukan hiasan gaya yang bisa saling dipertukarkan; masing-masing membawa nuansa makna yang berbeda. Angesichts digunakan ketika menghadapi suatu fakta atau tantangan yang memicu reaksi ("mengingat/menghadapi"); mangels secara khusus menandai ketiadaan sesuatu yang seharusnya ada ("karena tidak adanya"); hinsichtlich dan bezüglich memperkenalkan topik suatu pembahasan atau surat-menyurat ("mengenai"); gemäß, laut, dan zufolge menyampaikan kesesuaian dengan suatu sumber atau standar ("menurut"); dan seitens mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas suatu tindakan dalam konteks formal ("dari pihak").
Ciri gramatikal bersama adalah kasus genitif yang wajib, kasus yang jarang dijumpai dalam bahasa lisan sehari-hari, tempat ia sebagian besar telah digantikan oleh von + datif, tetapi yang tetap sepenuhnya hidup dan diwajibkan dalam tulisan formal. Dalam genitif, artikel takrif untuk nomina maskulin dan netral berubah dari der/das dan ein menjadi des/eines, dan nomina itu sendiri biasanya mengambil akhiran -(e)s; untuk nomina feminin dan jamak, die berubah menjadi der dan eine menjadi einer, biasanya tanpa perubahan pada akhiran nomina.
Pengecualian penting menembus kelompok yang selain itu seragam ini. Zufolge sendiri selalu berada di belakang (postpositional) — diletakkan setelah nomina, bukan sebelumnya — dan menuntut datif, bukan genitif, seperti dalam dem Bericht zufolge. Laut sering digunakan dalam tulisan jurnalistik tanpa artikel sama sekali (laut Experten), dan ketika artikel memang muncul, datif maupun genitif dapat diterima. Gemäß fleksibel posisinya, muncul sebelum atau setelah nomina, tetapi selalu menuntut datif di posisi mana pun, tidak pernah genitif.
Kesalahan paling umum pada tingkat ini adalah memperlakukan kedelapan preposisi sebagai satu set yang seragam dan menerapkan pola preposisi-genitif pada zufolge atau gemäß, atau menganggap penghilangan artikel setelah laut dalam gaya jurnalistik sebagai kelalaian yang ceroboh alih-alih penggunaan normal yang diterima. Membedakan preposisi-preposisi ini secara presisi, meskipun tampak tumpang tindih dalam terjemahannya, justru itulah yang membedakan tulisan akademik yang halus dari prosa formal yang kikuk.