Di A1 Anda mempelajari dua kasus inti: Nominativ untuk subjek (yang melakukan tindakan) dan Akkusativ untuk objek langsung (siapa atau apa yang langsung dikenai tindakan). Kini Anda bertemu kasus ketiga, Dativ — kasus untuk "penerima" atau pihak yang memperoleh manfaat dari suatu tindakan. Kasus ini biasanya menjawab pertanyaan Wem? — "kepada siapa?" atau "untuk siapa?"
Mengapa Anda memerlukan kasus ketiga sama sekali? Bayangkan kalimat "Saya memberikan buku itu kepada saudara saya": ada subjek (saya), objek langsung — benda yang diberikan (buku itu) — dan objek kedua, yaitu orang yang menerima tindakan (saudara saya). Banyak bahasa menandai peran penerima itu dengan kata depan seperti "kepada". Bahasa Jerman justru mengubah kata sandang dan kata gantinya sendiri untuk mencerminkan peran ini: Ich gebe meinem Bruder das Buch.
Kapan tepatnya Dativ muncul? Pertama, dengan objek tak langsung dalam kalimat yang memiliki dua objek, seperti pada geben (memberi), schenken (memberi sebagai hadiah), dan zeigen (menunjukkan). Kedua, setelah sekumpulan kata depan tetap yang selalu memicu Dativ, dalam konteks apa pun, dan sekadar harus dihafalkan sebagai satu kesatuan: aus, bei, mit, nach, seit, von, zu, serta gegenüber — berbeda dari kata depan dua-arah yang akan Anda temui nanti, kata-kata ini tidak pernah berganti kasus. Ketiga, dengan sekumpulan kata kerja tertentu yang memaksakan Dativ pada satu-satunya objeknya, walaupun sekilas tampak seperti kata kerja transitif biasa: helfen (menolong), danken (berterima kasih), gefallen (menyenangkan/disukai), gehören (menjadi milik), antworten (menjawab). Kata kerja ini perlu dihafalkan sebagai daftar khusus karena tidak mengikuti intuisi — "saya menolong dia" terasa seperti objek langsung dalam banyak bahasa, tetapi dalam bahasa Jerman itu Dativ: ich helfe ihm, tidak pernah ich helfe ihn.
Bagaimana kata sandang berubah? Pola beraturannya adalah: der menjadi dem (maskulin), die menjadi der (feminin), das menjadi dem (netral), dan die jamak menjadi den, dengan tambahan -n pada akhiran kata benda jika belum berakhiran -n (den Kindern).
Kesalahan yang umum adalah menerjemahkan "kepada" terlalu harfiah dengan kata depan Jerman, atau otomatis memakai Akkusativ dengan kata kerja seperti helfen dan gefallen karena tampak transitif. Ingat bahwa kelompok kecil kata kerja ini selalu menuntut Dativ dan sekadar harus dipelajari dengan hafalan.