Setelah mempelajari Nominativ, Akkusativ, dan Dativ, sekarang Anda sampai pada kasus keempat sekaligus terakhir dalam bahasa Jerman: Genitiv, kasus kepemilikan atau keterkaitan. Kasus ini menjawab pertanyaan Wessen? — "milik siapa?" — dan kurang lebih setara dengan konstruksi seperti "mobil pria itu" atau "mobil milik pria itu."
Di tingkat A2 Anda akan mempelajari dua pola dasar. Pola pertama, dan yang paling mudah, berlaku untuk nama diri seperti Peter, Anna, atau Maria: di sini Anda cukup menambahkan -s langsung di akhir nama, tanpa artikel terpisah dan tanpa apostrof — mirip dengan kepemilikan -s dalam bahasa Inggris tetapi tanpa apostrof: Peter → Peters Auto (mobil Peter), Anna → Annas Buch (buku Anna). Satu-satunya pengecualian adalah nama yang sudah berakhiran s, z, atau x, di mana Anda hanya menambahkan apostrof (') tanpa tambahan s: Thomas → Thomas' Buch.
Pola kedua lebih penting, karena dipakai dengan kata benda biasa, bukan nama diri. Di sini bukan hanya kata bendanya yang berubah — artikelnya sendiri berubah sesuai gender kata benda tersebut. Dengan kata benda maskulin dan netral (der/das), artikelnya menjadi des, dan pada saat yang sama Anda harus menambahkan -s atau -es di akhir kata bendanya sendiri — berbeda dengan Dativ, di mana hanya artikelnya yang berubah dan kata bendanya tetap: der Mann → des Mannes, das Kind → des Kindes. Dengan kata benda feminin dan jamak (die), artikelnya cukup menjadi der, dan kata bendanya sendiri tidak berubah sama sekali: die Frau → der Frau.
Urutan kata sering mencerminkan urutan frasa kepemilikan "milik dari": "mobil milik pria itu" menjadi das Auto des Mannes dalam bahasa Jerman, dengan benda yang dimiliki disebut lebih dulu dan pemiliknya kemudian, ditandai oleh perubahan artikel dan bukan oleh kata terpisah untuk "milik."
Catatan praktis yang berguna: dalam bahasa Jerman lisan sehari-hari, banyak penutur asli menghindari Genitiv sama sekali dan menggantinya dengan von + Dativ, mengatakan das Auto von Peter alih-alih Peters Auto. Namun dalam penulisan formal dan dalam ujian, kedua pola di atas tetap lebih disukai.
Kesalahan paling umum adalah lupa menambahkan -s atau -es di akhir kata benda maskulin atau netral setelah des, menulis yang salah die Farbe des Auto alih-alih yang benar die Farbe des Autos. Ingat: dengan des, artikel dan kata bendanya berubah bersama-sama — bukan artikelnya saja.