Sejauh ini Anda sudah belajar cara berbicara tentang masa kini dan masa lampau dalam bahasa Jerman; pelajaran ini membawa Anda ke masa depan. Cara formal untuk membentuk kala masa depan disebut Futur I, dan — sama seperti kata kerja modal yang sudah Anda kenal dari A1 — bentuk ini terdiri dari dua bagian: kata kerja bantu werden, yang dikonjugasikan di posisi kedua dalam kalimat, dan kata kerja utama yang membawa makna sebenarnya, didorong sampai ke akhir kalimat dalam bentuk infinitif.
Contoh: Ich werde nächstes Jahr nach Deutschland fliegen — ‘Saya akan terbang ke Jerman tahun depan.’ Perhatikan bahwa werde berada di posisi kedua tepat setelah subjek Ich, sementara fliegen, kata kerja utama, berpindah ke ujung kalimat, persis seperti perilaku können atau müssen di pelajaran-pelajaran sebelumnya.
Hal yang mengejutkan di sini adalah bahwa bahasa Jerman, berlawanan dengan yang mungkin Anda kira, sebenarnya jarang menggunakan Futur I dalam percakapan sehari-hari. Penutur asli biasanya lebih memilih kala kini sederhana (Präsens) dipadukan dengan kata keterangan waktu seperti morgen, nächste Woche, atau bald, karena konteksnya saja sudah membuat jelas bahwa peristiwanya belum terjadi. Jadi alih-alih Ich werde morgen nach Köln fahren, penutur Jerman cukup mengatakan Morgen fahre ich nach Köln — dan inilah cara yang jauh lebih alami dan lebih umum digunakan.
Hal ini bisa terasa sangat berbeda dari bahasa yang membentuk masa depan dengan menempelkan satu awalan langsung pada kata kerjanya, sehingga keseluruhannya menjadi satu kata saja. Sebaliknya, bahasa Jerman membutuhkan kata yang sepenuhnya terpisah, yaitu werden, dan menerapkan urutan kata tertentu padanya yang membuat kalimat menjadi lebih panjang dan lebih berat — inilah kemungkinan salah satu alasan penutur Jerman sering lebih memilih alternatif kala kini yang lebih sederhana.
Kesalahan umum adalah lupa mengirim kata kerja utama ke akhir kalimat, sehingga menghasilkan Ich werde fliegen nach Deutschland alih-alih bentuk yang benar Ich werde nach Deutschland fliegen — atau terlalu sering memakai werden di setiap kalimat tentang masa depan, padahal bahasa Jerman yang alami biasanya memilih opsi yang lebih sederhana: kala kini ditambah keterangan waktu.