Ketika Anda ingin menambahkan informasi deskriptif tentang kata benda yang sudah Anda sebutkan, tanpa memulai kalimat baru yang benar-benar terpisah, Anda menggunakan kata seperti "yang." Dalam bahasa Jerman tugas ini dilakukan oleh anak kalimat relatif (Relativsatz), yang selalu diawali dengan kata ganti relatif (Relativpronomen) yang bentuknya persis seperti artikel takrif yang sudah Anda kenal: der, die, das, die untuk bentuk jamak.
Memilih kata ganti relatif yang tepat bergantung pada dua hal yang perlu Anda periksa setiap kali: pertama, gender dan jumlah kata benda yang Anda deskripsikan (maskulin, feminin, netral, atau jamak) — ini menentukan keluarga kata ganti dasar, persis seperti artikel takrif. Kedua, peran gramatikal kata ganti tersebut di dalam anak kalimat relatifnya sendiri: apakah ia subjek yang melakukan tindakan (Nominativ), atau objek langsung yang dikenai tindakan (Akkusativ)?
Dalam kasus Nominativ, kata ganti relatif adalah yang melakukan tindakan di dalam anak kalimatnya sendiri: Das ist der Mann, der hier arbeitet. Pria itu yang bekerja — ia adalah subjek — jadi kita gunakan der, persis seperti artikel takrif biasa.
Dalam kasus Akkusativ, kata ganti relatif adalah yang dikenai tindakan — objeknya: Das ist der Mann, den ich kenne. Saya yang mengenalnya; pria itu yang dikenal, jadi der berubah menjadi den, persis pergeseran yang sama yang terjadi pada artikel takrif dalam kalimat akusatif biasa yang Anda pelajari di A1: ich sehe den Mann.
Kabar baiknya, perubahan ini hanya terjadi pada maskulin tunggal: der menjadi den. Die (feminin), das (netral), dan die (jamak) tetap sama persis baik ketika menjadi subjek maupun objek — tidak perlu dikhawatirkan.
Dua aturan lagi yang perlu diingat: kata kerja dalam anak kalimat relatif selalu berpindah ke akhir, persis seperti dalam anak kalimat weil dan dass, dan anak kalimat relatif selalu dipisahkan dari anak kalimat utama dengan koma.
Kesalahan paling umum adalah mencoba menggunakan kata ganti relatif yang sama (biasanya der) tanpa memandang perannya dalam kalimat, karena banyak bahasa menggunakan satu kata yang sebagian besar tidak berubah untuk "yang" tanpa perubahan berbasis kasus semacam ini. Selalu tanyakan: siapa yang melakukan tindakan di dalam anak kalimat relatif? Jika itu kata bendanya sendiri, itu Nominativ. Jika kata benda itu dikenai tindakan oleh orang lain, itu Akkusativ, dan hanya pada maskulin bentuknya akan bergeser dari der menjadi den.