Banyak kata kerja bahasa Jerman tidak mengambil objek langsung dengan sendirinya — mereka membutuhkan preposisi tetap yang menghubungkannya dengan apa yang mengikuti, dan preposisi itu tidak opsional dan tidak bisa ditebak dari maknanya. Ia hanyalah bagian dari kata kerja itu, sama seperti kata kerja tertentu yang selalu datang dengan awalan terpisah tetap. Kata kerja warten ("menunggu") tidak pernah dipakai sendirian sebelum kata benda; ia selalu warten auf. Kata kerja sich freuen ("senang") membutuhkan auf atau über tergantung makna persis yang dimaksud.
Tantangan utamanya adalah bahwa preposisi Jerman jarang cocok dengan yang dipakai untuk kata kerja setara dalam bahasa lain yang Anda kenal. Anda mungkin berkata "menunggu bus," tetapi bahasa Jerman bersikeras dengan auf: warten auf den Bus. Anda mungkin berkata "memikirkan," tetapi bahasa Jerman memakai an: denken an dich, bukan in. Menerjemahkan kata demi kata adalah jebakan yang nyata, dan satu-satunya solusi adalah memperlakukan setiap kata kerja bersama preposisinya sebagai satu kesatuan yang dihafalkan sejak hari pertama — sama seperti Anda menghafalkan kata benda baru bersama artikelnya der, die, atau das.
Poin kunci kedua: preposisi setelah kata kerja ini memaksa kasus tertentu, Akkusativ atau Dativ, terlepas dari apa yang dilakukan preposisi itu di tempat lain. Misalnya, an, auf, in, dan über di sini selalu mengambil Akkusativ, meskipun dalam penggunaan spasial biasa mereka mungkin mengambil Dativ tergantung pertanyaan wo atau wohin. Hafalkan trio lengkapnya bersama-sama: kata kerja, preposisi, kasus.
Untuk merujuk kembali ke suatu benda alih-alih mengulang kata bendanya, jangan katakan auf es — pakailah bentuk yang diawali da- atau dar- (sebelum vokal), seperti darauf, daran: Wartest du auf den Bus? — Ja, ich warte darauf. Untuk orang, pertahankan preposisi biasa ditambah kata ganti: Ich warte auf ihn.
Satu kata kerja layak mendapat perhatian khusus: sich freuen terbagi menjadi dua makna tergantung preposisinya. sich freuen auf berarti menantikan sesuatu yang belum terjadi, seperti liburan; sich freuen über berarti senang atas sesuatu yang sudah terjadi, seperti hadiah yang baru diterima.
Kesalahan yang paling sering adalah menerjemahkan preposisi secara langsung dari bahasa lain alih-alih menghafalkan pasangan Jerman apa adanya, sehingga menghasilkan kesalahan seperti warten für alih-alih warten auf. Obatnya adalah pengulangan dan penghafalan yang kumulatif, bukan menurunkan preposisi secara logis dari maknanya.