Pada tingkat B2, menghubungkan kalimat dengan alat sederhana seperti und, aber, atau weil tidak lagi memadai, karena tulisan dan tuturan yang matang menuntut ungkapan yang tepat mengenai jenis hubungan logis yang menautkan dua gagasan: cara, kontras, konsekuensi yang timbul, atau alternatif yang ditolak. Setiap hubungan memiliki konektor (Konnektor) khususnya sendiri, dan masing-masing membawa aturan ketat tentang penempatan verba, sebab kesalahan menghasilkan kalimat yang bisa dipahami tetapi kaku atau tidak tepat.
Salah satu konektor cara yang terpenting adalah indem, yang kira-kira berarti "dengan melakukan X", yang memperkenalkan klausa subordinatif dengan verba didorong ke akhir, seperti dalam Sie verbessert ihr Deutsch, indem sie täglich liest ("ia memperbaiki bahasa Jermannya dengan membaca setiap hari"). Dekat dengannya adalah dadurch, dass, yang menyatakan sebab atau cara dengan susunan yang sedikit lebih berat. ohne zu dan anstatt zu digunakan ketika kedua klausa memiliki subjek yang sama, diikuti langsung oleh infinitif tanpa mengulang subjek, seperti dalam Er ging, ohne zu sprechen; tetapi ketika subjeknya berbeda, bentuk lengkap ohne dass atau anstatt dass diperlukan, memperkenalkan klausa subordinatif lengkap dengan subjeknya sendiri dan verba di akhir, seperti dalam Er ging, ohne dass ich es wusste. Perbedaan ini — infinitif-dengan-zu ketika subjek sama, klausa lengkap-dengan-dass ketika tidak sama — adalah salah satu titik halus tata bahasa Jerman pada tingkat ini.
Untuk konsekuensi, sodass menyatakan hasil yang timbul secara logis, dengan verba di akhir klausa yang mengikuti koma, seperti dalam Er ist krank, sodass er nicht kommen kann. Struktur terkait, so + adjektiva + dass, memperkuat suatu sifat dan menautkannya dengan konsekuensinya, seperti dalam Es ist so kalt, dass wir frieren. Untuk perbandingan berpasangan, je...desto setara dengan "semakin... semakin...", dengan struktur tetap: setiap paruh dimulai dengan bentuk komparatif tepat setelah je atau desto. Verba diletakkan di akhir paruh pertama tetapi kembali ke posisi kedua tepat setelah desto pada paruh kedua — sebuah pengecualian yang patut dicatat karena melanggar pola konektor lain, seperti dalam Je mehr du übst, desto besser wirst du.
Kesalahan yang paling umum adalah mengacaukan ohne zu/anstatt zu dengan ohne dass/anstatt dass — memakai infinitif meskipun subjeknya berbeda, yang menghasilkan kalimat kabur atau tidak gramatikal. Sebelum memakai zu plus infinitif, selalu pastikan dulu bahwa kedua klausa memiliki satu subjek yang sama.