Anda sudah mengenal kata kerja modal seperti müssen, können, dan sollen dalam makna dasarnya yang objektif: müssen untuk kewajiban ("harus"), können untuk kemampuan ("bisa"), sollen untuk anjuran atau instruksi ("sebaiknya"). Pada level ini Anda belajar bahwa kata kerja yang sama, tanpa perubahan bentuk, dapat membawa makna subjektif yang benar-benar berbeda: alih-alih menggambarkan keadaan yang objektif, kata kerja itu menyatakan derajat keyakinan atau sikap penutur terhadap kebenaran suatu informasi. Konteks sajalah yang menentukan makna mana yang dimaksud.
Ketika Anda mengatakan Er muss zu Hause sein, Anda tidak bermaksud bahwa dia wajib tinggal di rumah — Anda bermaksud bahwa Anda hampir yakin, berdasarkan bukti yang Anda miliki, bahwa dia ada di rumah, setara dengan "dia pasti ada di rumah." Penggunaan subjektif ini membentuk seluruh skala kepastian, dengan kata kerja yang berbeda untuk tiap derajat: müssen menyatakan kepastian yang hampir total berdasarkan inferensi logis yang kuat; dürfte, bentuk Konjunktiv II dari dürfen, menyatakan kemungkinan yang sangat tinggi, meski kurang pasti dibanding müssen; könnte dan mag menyatakan kemungkinan ringan atau tebakan terbuka.
Sollen membawa jenis makna yang sama sekali berbeda, tidak terkait dengan derajat kepastian: kata ini melaporkan klaim atau rumor yang didengar penutur dari orang lain, tanpa membenarkannya — setara dengan "katanya" atau "konon." Sebaliknya, wollen dalam penggunaan subjektifnya melaporkan klaim yang dibuat subjek tentang dirinya sendiri, dan biasanya membawa nuansa keraguan atau ketidakpercayaan dari penutur — kira-kira "mengaku."
Untuk menyatakan makna subjektif ini di masa lampau, Anda tidak menempatkan kata kerja modal itu sendiri dalam kala lampau; melainkan Anda tetap memakainya dalam bentuk kini dan menambahkan apa yang disebut Infinitiv II — yaitu Partizip II dari kata kerja utama yang diikuti haben atau sein: Er muss es vergessen haben ("dia pasti telah melupakannya") — perhatikan muss tetap dalam bentuk kini sementara makna lampau sepenuhnya dibawa oleh vergessen haben.
Penggunaan ganda kata kerja yang sama untuk dua makna yang sama sekali berbeda ini tidak memiliki satu padanan tunggal di banyak bahasa, yang cenderung menggunakan frasa terpisah dan tidak berkaitan untuk tiap derajat kepastian. Akibatnya, pelajar sering salah membaca muss subjektif sebagai kewajiban ("dia harus ada di rumah" alih-alih "dia pasti ada di rumah"), atau salah menangani masa lampau subjektif dengan mengonjugasikan kata kerja modal itu sendiri dalam kala lampau — musste vergessen alih-alih bentuk yang benar muss vergessen haben dengan Infinitiv II.